Fish

Thursday, November 1, 2012

Makalah Penyebab Kenaikan Harga Minyak di Indonesia


MAKALAH
BAHASA INDONESIA
“PENYEBAB KENAIKAN HARGA MINYAK  DI INDONESIA”
Oleh:

Khafidhotul Khasanah



SMA NEGERI 4 KOTA PEKALONGAN
Jalan HOS. Cokroaminoto 383 A
Tahun Ajaran 2011-2012


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui penyebab terjadinya beberapa masalah terkait harga minyak bumi yang kian naik yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang "Penyebab Kenaikan Harga Minyak di Indonesia" dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia perekonomian.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.


Penulis














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………..……………. 2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..…………… 3

BAB I PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG MASALAH………………………………………..…………… 4
B. IDENTIFIKASI MASALAH………………………………………………..………….. 4
C. PEMBATASAN MASALAH………………………………………………..………….. 4
D. PERUMUSAN MASALAH…………………………………………………..…………. 5
BAB II PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN MINYAK BUMI………………………………………….…..……….. 5
B.      KETERSEDIAAN MINYAK BUMI DI INDONESIA…………………..…..……...... 6
C.     PANDANGAN EKONOMI…………………………………………………..…..…...... 7
D.     SIKAP PEMERINTAH……………………………………………………..……..……. 8
 BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN……………………………………………………………………..……..…. 9
B. SARAN……………………………………………………………………………..…..…. 10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….  11











BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem perekonomian yang mapan. Dengan sistem perekonomian yang mapan, memungkinkan kesejahteraan bagi rakyat.
Dalam sebuah ekonomi pasar harga persediaan energi, seperti minyak, gas atau listrik didorong oleh prinsip persediaan dan permintaan yang dapat menyebabkan perubahan mendadak dalam harga energi ketika persediaan atau permintaan berubah. Kebutuhan energy terebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.
Dalam dunia perekonomian, miyak merupakan sebuah objek yang sangat dibutuhkan oleh manusia di samping kebutuhan akan makanan sebagai salah satu sarana untuk membantu aktifitas kehidupan. Dalam kaitan inilah minyak menjadi barang yang kian diburu karena jumlahnya yang kian lama kian berkurang mencerdaskan kehidupan  sebab merupakan bahan anorganik yang tidak bisa diperbarui. Hal ini menyebabkan terjadinya kelangkaan minyak yang berdampak pada perekonomian.
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia perekonomian.
B.       IDENTIFIKASI MASALAH
     Sesuai dengan judul makalah ini "Penyebab Kenaikan Harga Minyak di Indonesia", terkait dengan berkurangnya jumlah produksi minyak bumi, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
·      Mengapa bisa terjadi kenaikan harga minyak di Indonesia?
·      Bagaimana sikap pemerintah menanggapi masalah tersebut?

C.      PEMBATASAN MASALAH.
    
     Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
·      Pengertian minyak bumi dan ketersediaannya;
·      Penyebab terjadinya kenaikan harga minyak bumi
.
D.      PERUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
·      Apa penyebab terjadinya kelangkaan minyak di Indonesia?
·      Bagaimana sikap pemerintah untuk menanggulangi kejadian tersebut?

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Minyak bumi
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Ø Komposisi
Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll. Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Ø Kegunaan
Di Indonesia, minyak bumi yang diolah banyak digunakan sebagai Bahan bakar minyak atau BBM, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era industrialisasi. Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:

*       Minyak tanah rumah tangga
*       Minyak tanah industri
*       Pertamax Racing
*       Pertamax
*       Pertamax Plus
*       Premium
*       Bio Premium
*       Bio Solar
*       Pertamina DEX
*       Solar transportasi
*       Solar industri
*       Minyak diesel
*       Minyak bakar


Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako dan bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang masyarakat.

Ø  Berikut Beberapa Negara Penghasil Minyak Bumi Yang Tergabung Dalam Anggota OPEC

*    Aljazair (1969)
*    Angola (1 Januari 2007)
*    Libya (Desember 1962)
*    Nigeria (Juli 1971)
*    Arab Saudi (negara pendiri, September 1960)
*    Iran (negara pendiri, September 1960)
*    Irak (negara pendiri, September 1960)
*    Kuwait (negara pendiri, September 1960)
*    Qatar (Desember 1961)
*    Uni Emirat Arab (November 1967)


*    Ekuador (1973–1993, kembali menjadi anggota sejak tahun 2007)
*    Venezuela (negara pendiri, September 1960)
Anggota yang keluar dari OPEC
*    Gabon (keanggotaan penuh dari 1975–1995)
*    Indonesia (anggota dari Desember 1962–Mei 2008)


Pada Mei 2008, Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan surat untuk keluar dari OPEC pada akhir 2008 mengingat Indonesia kini telah menjadi importir minyak (sejak 2003) atau net importer dan tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan.

Ø Berikut beberapa daerah peghasil minyak buni Indonesia


Sumatra

1)      Rantau, Aceh. Lepas pantai Langsa, Aceh
2)      Duri, Riau
3)      Dumai, Riau
4)      Minas, Riau (~10 miliar, gabungan dari ladang minyak Duri, Dumai, dan Minas)
5)      Kotabatak, Riau
6)      Bekasap, Riau
7)      Zamrud, Riau
8)      Petani, Riau
9)      Ampuh, Riau
10)  Petapahan, Riau
11)  Pedada, Riau
12)  Balam, Riau
13)  Bangko, Riau
14)  Tg. Jabung, Jambi (berpotensi memiliki jutaan)
15)  Ramba, Sumatra Selatan
16)  Suban, Sumatra Selatan

Jawa dan Bali

1)      Lepas pantai sebelah utara Jawa Barat
2)      Tambun,Bekasi, Jawa Barat (13 juta)
3)      Cilamaya, Karawang, Jawa Barat
4)      Subang, Jawa Barat
5)      Jatibarang,Jawa barat
6)      Lepas pantai Laut Jawa, Jawa barat
7)      Lepas pantai Kepulauan Seribu, Jakarta
8)      Cepu, Jawa Tengah (600 juta – 1,4 miliar barel)

Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua

2)    Delta Mahakam, Kalimantan Timur
3)    Lepas pantai Selat Makasar
4)    Banggai, Sulawesi Tengah (20 juta)
5)    Donggi, Sulawesi Tengah (70 juta)
6)    Tiaka, Sulawesi Tengah (110 juta)
7)              Salawati, Papua (83 juta)

B.       Ketersediaan Minyak Bumi di Indonesia
Cadangan minyak bumi Indonesia saat ini semakin menipis dan terisa bagi pemanfaatan selama 23 tahun.Cadang batu bara di Indonesia tersisa untuk 146 tahun, cadangan gas untuk 62 tahun dan cadangan minyak bumi untuk 23 tahun, rencana peningkatan penyediaan listrik 10.000 MW pertama yang direncanakan menggunakan bahan bakar batu bara akan mengurangi cadangan batu bara. Untuk itu, perlu dilakukan penghematan sumber daya energi fosil karena cepat atau lambat sumber ini akan habis. Hal ini memicu terjadinya krisis energi.
Krisis energi adalah kekurangan (atau peningkatan harga) dalam persediaan sumber daya energi ke ekonomi. Krisis ini biasanya menunjuk ke kekurangan minyak bumi, listrik, atau sumber daya alam lainnya. Krisis ini memiliki akibat pada ekonomi, dengan banyak resesi disebabkan oleh krisis energi dalam beberapa bentuk. Terutama, kenaikan biaya produksi listrik, yang menyebabkan naiknya biaya produksi. Bagi para konsumen, harga BBM untuk mobil dan kendaraan lainnya meningkat, menyebabkan pengurangan keyakinan dan pengeluaran konsumen.
Perlu penyediaan sumber energi alternatif, praktis, dan efektif yang memerlukan pemerataan hingga ke pelosok-pelosok. Kalau tidak, masyarakat akan mencari sendiri sumber energinya, contohnya memotong kayu di hutan. Ini akan menambah emisi CO2 ke udara dan meningkatkan efek rumah kaca. 
Indonesia perlu mengembangkan elemen-elemen ketahanan energi untuk pembangunan nasional. Elemen-elemen itu antara lain ramah lingkungan hidup, berjalan secara berkelanjutan, akses yang merata hingga ke rakyat tingkat bawah dan terjangkau oleh masyarakat kelas bawah.
Namun, apabila ingin menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan, maka diperlukan investasi yang sangat besar. Sehingga memunculkan pro dan kontra tersendiri.
C.      Menurut pandangan Ekonomi
Dalam sebuah ekonomi pasar harga persediaan energi, seperti minyak, gas atau listrik didorong oleh prinsip persediaan dan permintaan yang dapat menyebabkan perubahan mendadak dalam harga energi ketika persediaan atau permintaan berubah. Namun dalam beberapa kasus energi krisis disebabkan oleh kegagalan pasar untuk menyesuaikan harga-harga dalam menjawab kepada kekurangan energi tersebut. Dalam kasus lainnya, krisis dapat disebabkan oleh berkurangnya pasar bebas.
Sekarang ini sekitar 95% lapangan minyak di Indonesia sudah masuk kategori mature. Artinya, tingkat produksinya sudah menurun dibandingkan saat berada di masa puncak. Bisanya, suatu sumur hanya berproduksi di masa puncak selama lima tahunan. Setelah itu menurun secara cepat dan kemudian penurunannya melambat.
Menyangkut harga minyak dunia yang melambung gila-gilaan, apa yang sebetulnya terjadi? Ini disebabkan ketidakpastian. Seandainya hari ini pasar merasa comfortable, yakin supply minyak akan stabil dalam 5, 10, 15, atau 20 tahun ke depan, orang tidak akan panik. Mereka tidak akan melakukan panic buying. Saat ini tidak ada kepastian bahwa supply akan ada terus. Maka, orang mulai menambah stok cadangannya.
Apa penyebab ketidakpastian ini? Ada banyak masalah. Yang jelas, dulu, saat harga minyak $30-$40 per barel, negara-negara OPEC masih punya kapasitas lebih. Saat harga minyak naik, ia bisa menggelontorkan 1 juta barel tambahan ke pasar. Harga minyak kembali turun.
Termasuk Arab Saudi yang memiliki cadangan terbesar di dunia? Ya, termasuk Arab Saudi. Kalau mau menaikkan produksi, mereka harus investasi dari sekarang.
Apakah karena itu OPEC tak mau menaikkan produksi? Bukan tidak mau. Tetapi, mereka tidak bisa. Produksi OPEC sudah maksimum. Sebagai contoh, produksi Indonesia saat ini sudah 400.000 barel di bawah kuota. Tidak ada negara yang menutup kekurangan itu.

Ø  Impor minyak (ke indonesia) distop tahun 2017

Saat ini produksi minyak mentah Indonesia baru 920 ribu barel per hari, namun hanya 600 ribu barel lebih yang menjadi milik pemerintah, sedangkan 300 ribu lebih barel lainnya hak investor mitra. 
Sementara kemampuan produksi kilang minyak Indonesia mencapai 1,1 - 1,2 juta barel per hari sehingga harus mengimpor sekitar 400 ribu hingga 500 ribu barel minyak mentah untuk diolah di kilang Indonesia guna memenuhi kebutuhan.
Sejauh ini Indonesia baru memiliki enam unit kilang minyak yang menyebar di sejumlah provinsi. Kilang minyak itu merupakan tempat pengolahan minyak mentah menjadi produk bahan bakar minyak. Namun, pengelolaan kilang harus diikuti jaminan bahan baku dan cadangan di ladang minyak sehingga Pertamina terus menjalin kerjasama dengan Kuwait.
Dari kapasitas produksi minyak mentah yang diolah di kilang tersebut, belum mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak, sehingga impor minyak dalam bentuk produk jadi masih terus dilakukan.Singapura memiliki keterkaitan dengan impor minyak, terutama di kawasan Asia sebagai pasar negosiasi sehingga terbentuk Mid Oil Platt's Singapore (MPOS).
Untuk menghentikan ketergantungan impor bahan bakar minyak, selain mengoptimalkan potensi produksi ladang minyak dalam negeri, juga perlu pengalihan ke energi baru dan terbarukan. 

D.      Sikap Pemerintah

Pemerintah dinilai ragu-ragu dalam memutuskan kebijakan menekan subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak. Hal itu tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang masih memasukkan cadangan risiko fiskal setara 2,2-6,3 juta kiloliter bahan bakar minyak. Artinya, kalau ada cadangan bisa jadi pembatasan konsumsi bahan bakar batal
Pembatasan BBM subsidi adalah suatu keharusan mengingat subsidi merupakan beban negara. Kondisi itu seiring dengan tren kenaikan harga dan volume konsumsi minyak. Bila tidak segera dibatasi, 15 % anggaran negara bisa masuk subsidi energi semua.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, tren konsumsi bahan bakar di Indonesia meningkat sekitar 8 % per tahun.
Pada 2011, kuota BBM subsidi dalam APBN-P 2011 sempat membengkak menjadi 40,49 juta kiloliter dari anggaran sebelumnya 38,6 juta kiloliter. Sehingga, bila bahan bakar bersubsidi tidak dibatasi, pada tahun depan bisa mencapai 43,7 juta kiloliter.
Karena itu, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat menetapkan konsumsi bahan bakar harus ditekan ke level 37,8 juta kiloliter dalam anggaran 2012, tentunya dengan pembatasan konsumsi BBM. Sayangnya, sebagian dana hasil pembatasan ini masuk dalam cadangan risiko fiskal yang bisa dipakai sewaktu-waktu, termasuk bila terjadi lonjakan konsumsi BBM.
Keraguan lain adalah lambannya finalisasi peraturan presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2006 dan Perpres Nomor 55 Tahun 2005 tentang pengaturan penggunaan BBM subsidi. Padahal, rencana pembatasan BBM subsidi sudah dimulai pada April 2012.
Sebelumnya, pembatasan bahan bakar juga kerap kali didengungkan. Namun, pemerintah berkali-kali mengundurkan rencana itu dengan berbagai alasan, salah satunya ketidaksiapan infrastruktur BBM nonsubsidi.






BAB III
PENUTUP


A.     SIMPULAN
Berdasarkan uraian bahasan "Penyebab Keniakan Harga Minyak di Indonesia" dapat disimpulkan bahwa :
*      Ketersediaan minyak bumi di Indonesia setiap tahunnya mengalami penurunan sebesar 5%
*      Kurangnya sarana kilang minyak di Indonesia menyebabkan Indonesia hanya mampu menghasilkan minyak mentah sehingga untuk dapat memanfaatkannya dengan melakukan ekspor minyak mentah dan mengimpor minyak siap pakai

B.       SARAN
Bertolak dari Penyebab Keniakan Harga Minyak di Indonesia yang begitu banyak dampaknya baik pemerintah maupun masyarakat, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
*   Perlunya penghematan penggunaan energi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan sumber alam
*   Pemerintah hendaknya berusaha untuk meningkatkan produksi pengolahan minyak mentah di negeri sendiri.


 DAFTAR PUSTAKA


http://bisnis.vivanews.com/news/read/262956-siapkah-pembatasan-bbm-dilakukan

http://eriek.wordpress.com/2008/06/24/produksi-minyak-di-indonesia-menurun/

http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_energi

No comments:

Post a Comment